Layu, 22 Mei 13

Aku lupa awal pertemuan itu,
Aku tau namamu, tapi aku tak mengenalmu,
Ya, sekedar tau dan tak  mengenalmu lebih jauh,
Hanya itu

Kita bertemu lagi,
Sekali lagi aku tak peduli,
Kamu hanya jadi bagian dari hari yang tak pernah ku jamahi,

Sampai aku menemukanmu di titik awal perubahanku,
Kau menjadi tumpu atas semua perbedaan yang mengaliri hidupku,
Begitu derasnya hingga kemudian aku meragu,
Tapi kau telah menjadi tumpu yang menguatkanku,
Sampai pada titik dimana kau rapuh dan aku layu..

You’re Mas-Super-Kuat Ever After :)

Teruntukmu yang sedang tertimpa musibah kehilangan motor beberapa hari yang lalu..

Halo mas, sudah membaik kan perasaannya? Pasti sudah kan? Semoga :)

Kejahatan dan curanmor kembali marak terjadi di sekitar kampus saya akhir akhir ini. Jumat 18 Mei kemarin, salah seorang teman saya menjadi sebuah saksi tindak kejahatan perampokan sekitar pukul 04.45 di dekat kosannya. Berdasar info dari teman saya, saya kemudian menginfokan dan memberi peringatan via group Whatsapp kepada teman-teman Impata saya untuk berhati-hati, karena mayoritas teman-teman saya ini kosannya di dekat lokasi kejadian perampokan yang telah terjadi pada hari Jumat tersebut.

Ketika saya menginfokan berita tersebut, saya kira semuanya baik baik saja. Sampai pada hari berikutnya saya mendengar kabar bahwa salah satu kakak Impata saya yang ada di group whatsapp itu baru saja mengalami kejadian tidak mengenakkan. Motornya hilang dicuri orang jauh sebelum saya menginformasikan berita tersebut. Tapi kejadian itu tidak diceritakannya pada kami semua. :’)

Teruntukmu yang baru saja mendapat musibah..

“Semangat mas, aku tau mas adalah seseorang super kuat karena aku memanggilmu, mas-super-kuat..
Musibah yang mas alami pasti akan ada balasan yang indah ketika mas menghadapinya dengan ikhlas dan tabah, aku yakin mas tau dan paham hal itu..
Lindungi dia, kuatkan dia, berikan pengganti yang penuh dengan keberkahan untuknya, Ya Rabb..
Hey, mas-Edo-super-kuat, Semangat!” :)

Sanguinis – Melankolis

Obrolan dengan seorang kakak kelas di tengah perjalanan membuat saya mengintrospeksi diri..

“Fin, karakteristik sifat kamu pasti Sanguinis ya?” kata salah seorang kakak kelas
“hah? Apa mas?”
“kamu orangnya sanguinis kan?”
“sanguinis?”
“iya. Ceria, suka kumpul, hangat, tapi moody. Bener?” sejenak saya terdiam dan akhirnya meng-iyakan.

Hey, baru kali ini ada yang bilang kalau saya adalah tipe orang yang sanguinis. padahal beberapa hari yang lalu baru saja ada yang bilang..

“Fin, lo orangnya Melankolis bukan?”
“emm.. mungkin. ko tau?”
“soalnya lo suka nyanyi, pasti perasaan lo halus, sensitif, perfeksionis”
“yak, bisa jadi..”

Komentar yang kedua adalah komentar yang paling sering saya dapatkan. Melankolis. Suka nangis. Makanya begitu saya dibilang saya itu tipe sanguinis, saya kaget. Jarang jarang looohh~ Lanjut membaca

IMPATA dan Karnaval Keluarga

Minggu, 19 Mei 2013 , saya dan teman teman IMPATA ikutan Festival Bunga dan Buah Nusantara yang diadakan oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura bekerjasama dengan Kementrian Pertanian dan pihak terkait lainnya. Festival itu diikuti oleh beberapa Organisasi Mahasiswa Daerah yang ada di IPB. Rangkaian acaranya adalah pawai mengelilingi Kebun Raya Bogor dengan memamerkan buah khas dari masing masing daerah. Kami yang berasal dari Magetan, memamerkan buah Jeruk Pamelo yang menjadi buah khas dari Kota kecil kami tersebut.

Konsep acara kami minimalis, bahkan sangat minimalis. Tujuan kami mengikuti karnaval pun hanya untuk menunjukkan kalau ‘kami ada’. Ya, tagline kami untuk acara yang kami buat adalah “Walaupun Seadanya, Tapi Kita Ada” hahaha.

Perjalanan terasa menyenangkan dari garis start sampai garis finish. Kami berbagi jeruk manis itu pada masyarakat umum yang menyempatkan menonton kami di sepanjang jalan. Iringan canda, tawa, dan cerita menghiasi setiap langkah perjalanan kami. Bahkan kami lupa kalau kami sedang mengikuti sebuah lomba, karena orientasi kami bukanlah sebuah kemenangan. Partisipasi, ya sekedar partisipasi dan ingin menunjukkan kalau kami itu ADA! :) Atas dasar itu pula saya secara pribadi menamakan ”Karnaval Keluarga” untuk kegiatan yang baru saja saya dan IMPATA ikuti tersebut.

“Bahagia itu sederhana. Ikut pawai seadanya. Makan bersama. Bareng Impata.”

Hey Impata-ku, keluargaku.. Aku bahagia dan bangga menjadi bagian dari kalian. Terimakasih untuk hari ini dan hari hari yang akan kujalani bersama sama dengan kalian :)

IMPATA.. ISO ISO ISO! :)