DEMONSTRASI? “sorry, itu bukan gue”


x: “Eh, lo udah pernah ikutan demonstrasi?”
y: “belum, kenapa emang?”
x: “berarti lo belum jadi mahasiswa. hahaha”
y: “…”

Bukan, percakapan itu bukan percakapan gue dan temen gue. Itu percakapan orang lain yang ga sengaja gue denger di suatu tempat, di suatu waktu. Gue ga kenal siapa kedua orang itu, dan menurut gue juga ga penting buat tau. Lokasinya juga bukan di kampus gue tercinta, bukan di IPB.

Gue langsung jalan setelah ga sengaja nguping obrolan orang. Tapi di saat itu juga gue mikir, “apa bener, kalo belum demo, belum bisa disebut mahasiswa?”
Pikiran itu membuncah di otak gue, ga tau juga kenapa gue tiba tiba memikirkan hal ga penting kaya gini. Sejenak kemudian, teringat pesan okaasan sebelum gue berangkat ke Bogor beberapa waktu lalu.
“Ga usah ikut demo mahasiswa, kalo diajakin, tolak! Belajar yang bener aja..” saat itu beliau berpesan, setelah melihat aksi demonstrasi mahasiswa di sebuah universitas melalui layar kaca televisi.

Gue adalah mahasiswa tingkat pertama di IPB. Satu semesterpun belum genap gue lewatin. Masih anak bau kencur di dunia perkuliahan. Mungkin masih bisa dibilang mahasiswa yang masih mengenakan seragam putih-abu. Bisa dibilang juga, Ababil. ABG labil. Berita berita dari luar tiba tiba masuk ke telinga gue, menyerbu otak gue, membuat beberapa pertanyaan timbul di hati gue. Disini, gue belajar buat nyaring berita berita itu. Belajar buat ngambil mana yang baik dan mana yang buruk.

Kembali ke topik awal, demonstrasi. Sekali lagi gue mikir, “apa bener, kalo belum demo, belum bisa disebut mahasiswa?”
Dan setelah gue pikir mateng mateng, gue temuin jawabannya, “TIDAK!”
Demonstrasi(unjuk rasa) di Indonesia, sepertinya tak pernah lepas dari kata kerusuhan. Adu mulut, bahkan adu otot antar demonstran dan petugas keamanan. Ah, itu semua bukan tipe gue banget.

Kalau dipikir, apa sih tujuan kita berunjuk rasa? Mengutarakan uneg uneg bukan? Kita kesal dengan kinerja pemerintah, kita demo. Ada yang tidak sesuai dengan kebijakan kampus, kita demo. Selalu seperti itu. Apa ga bisa, kalau uneg uneg itu disampaikan dengan jalan baik baik?

Gue pernah, bahkan sering denger berita demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang kontra dengan kinerja pemerintah, yang dipimpin oleh seorang Presiden. Mereka berdemo inilah, itulah, ga jelas. Mungkin mereka kesel juga ketika melihat gambar ini,

raaawwwrrr

Ngeliat yang kaya gitu, siapa yang ga kesel coba? Mereka, digaji gede, bro. Masih belum puas dengan gaji, mereka minta dibangunkan gedung mewah! Dan apa yang terjadi? di saat rapat, dimana seharusnya mereka menyampaikan suara rakyat, mereka malah TIDUR! Jujur, gue juga kesel. Kesel banget malah. Mungkin kekesalan ini juga yang dialami para demonstran itu.

Para demonstran itupun berdemo. Membawa bawa nama Presiden. (Err.. sebelumnya gue tekanin, postingan ini, murni pendapat gue.)
Kata mereka, Presiden gagal memerintah Indonesia. Mereka kecewa. Sekarang gini aja pertanyaannya, “Bisa ga lo gantiin posisi Presiden? Sanggup gak lo mikirin masalah negeri ini yang segitu banyak?” Ada 2 kemungkinan yang bisa ditarik dari permasalahan negeri ini, “Presiden yang ga bisa memerintah, atau memang negeri ini yang sudah terlanjur hancur?”

Menurut gue, Lo ga bisa asal nyalahin presiden, BRO! Presiden ga bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari anggota anggota bawahannya. Kalo bawahannya aja kaya gambar yang di atas, gimana bisa semua raker (rancangan kerja) bisa dilaksanakan dengan baik?

*Tulisan gue mulai jalan kemana mana tanpa arah nih* -___-

Gue bukan tipe orang yang suka kerusuhan, jadi kalau ditanya gue suka demo atau engga, pasti gue akan jawab ENGGAK. Karena menurut gue, unjuk rasa di Indonesia itu “lebay”. Seandainya aja demonstrasi itu bisa lebih terarah dan ga ada kerusuhan..

seperti inikah demonstrasi?

10 Tanggapan to “DEMONSTRASI? “sorry, itu bukan gue””

  1. hahahaaa… bener2 banget, mending fokus belajar aja dulu. ga perlu macem2, eh tp gw seneng kalo liat demonstran pake acara hajar2an sih.. :d cckck. ah, itu kn cm naluri cowo gw aj haha :d

    #cumablogwalker : )

  2. mari laksanakan aksi yang lebih bermanfaat daripada sekedar demo :)

  3. hanya orang yang berpikir saja yang tau mana yang bermanfaat dan mana yang tidak

    • Saya suka galau sendiri pak, menurut saya baik, tapi menurut orang lain kurang baik, itu gimana ya pak?

      • itu wajar fin..galau, bingung karena memang pemikrian orang itu berbeda. pinter2nya kita menempatkan/mengatasi kegalauan itu pada tempatnya.yang jelas jangan terbawa nafsu dalam berpikir, nafsu itu sangat lembut sekali dan sulit untu dipisahkan mana yang baik dan mana yg buruk.

  4. Tamyakan kepada para pendemo: pernahkah mereka merasakan bagaimana rasanya membawa orang yang sedang sakit menuju RS dan perjalanannya terhambat karena kemacetan yang ditimbulkan aksi demonstrasi.
    Perubahan paradigma pergerakan mahasiswa.. nice :)
    Keep writing :D

  5. ehm,, mahasiswaa… :) )

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s